Persis Tegaskan Komitmen Jaga Sunnah Lewat Daurah Takhrij Hadis Nasional

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Dewan Islam Persatuan Islam (Persis), dengan Daurah Takhrij Hadis sebagai agenda perdana dari tiga rencana utama yang telah disusun. Fokus utama kegiatan ini adalah penguatan dasar hukum esensial, khususnya hadis, sebagai landasan dalam proses istinbāṭ al-ḥukm (pengambilan hukum Islam).

Dalam sambutannya, pemateri menekankan pentingnya menjaga Sunnah Nabi Muhammad SAW dengan memastikan kualitas hadis yang dijadikan pijakan hukum benar-benar sahih dan dapat dinisbatkan kepada Rasulullah. Ia menyoroti bahwa ilmu hadis masih relatif tertinggal dibandingkan disiplin keislaman lain seperti tafsir dan fikih, sehingga perlu mendapatkan perhatian serius dari kalangan ulama dan dai.

Persatuan Islam menegaskan bahwa menjaga Sunnah merupakan identitas utama organisasi. Daurah hadis ini dirancang sebagai wujud nyata komitmen Persis untuk tampil di garda terdepan dalam menjaga kemurnian Sunnah di tengah umat Islam, sekaligus memperkuat tradisi keilmuan berbasis dalil yang valid.

Antusiasme peserta tampak tinggi dengan kehadiran peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Medan di wilayah barat hingga Ternate di timur, serta dari Kalimantan dan Alor. Bahkan, sebagian peserta tercatat menempuh jarak hingga sekitar 3.000 kilometer demi mengikuti kegiatan ini.

Selain sebagai forum ilmiah, kegiatan ini juga berfungsi sebagai mini Training of Trainer (TOT) untuk mencetak calon muhaddis (ahli hadis). Pemateri mendorong pemanfaatan teknologi modern, seperti software Jāmi‘ Muqallid dan Maktabah Syāmilah, guna mempermudah proses takhrij hadis. Menurutnya, teknologi mampu memangkas proses yang sebelumnya rumit dan memakan waktu menjadi lebih efisien.

Panitia menegaskan bahwa Daurah Takhrij Hadis ini bukanlah akhir, melainkan awal dari komitmen berkelanjutan. Pasca kegiatan, akan dibentuk grup WhatsApp sebagai sarana bimbingan jarak jauh agar para asatizah terus berkembang dalam bidang takhrij hadis. Ilmu yang diperoleh diharapkan dapat disebarluaskan kembali kepada umat, dan kegiatan ditutup dengan doa agar ilmu yang didapat bermanfaat serta sanad keilmuan peserta tersambung kepada para asatizah Persatuan Islam.

Oleh : Taufiq Abdurrozan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *